[Studi Kasus] "Kami Ingin Coba Produk Anda, Bukan Rejuran" — Cara Perusahaan Estetika Mendapatkan 11 Buyer di Amerika
Ini adalah studi kasus mengenai perusahaan peeling estetika Korea yang berhasil memperoleh daftar 1.400 buyer dan mendapatkan tanggapan positif dari 11 perusahaan di pasar Amerika melalui layanan otomatisasi Rinda, setelah sebelumnya hanya bergantung pada pasar distributor lokal.
![[Studi Kasus] "Kami Ingin Coba Produk Anda, Bukan Rejuran" — Cara Perusahaan Estetika Mendapatkan 11 Buyer di Amerika](https://media.rinda.ai/blog-media/stock-unsplash-1776662135646-7bbae999.jpg)
[Studi Kasus] "Kami Ingin Coba Produk Anda, Bukan Rejuran" — Cara Perusahaan Estetika Mendapatkan 11 Buyer di Amerika
Ringkasan Utama Perusahaan estetika Korea, A, menantang diri untuk mencari buyer di Amerika menggunakan platform berbasis AI dari Rinda. Setelah menghubungi sekitar 1.400 perusahaan, mereka berhasil mendapatkan 11 respon positif. Kuncinya adalah strategi menargetkan jaringan distribusi pesaing (Rejuran) dan otomatisasi email outreach B2B. Kasus nyata ini patut disimak bagi perusahaan yang ingin memasuki pasar luar negeri sebagai pendatang baru.
Pasar Estetika Sudah Memiliki Pemain Besar
Perusahaan estetika A yang mencoba mencari buyer di Amerika adalah produsen produk pre-treatment (peeling) yang dipasok ke klinik dermatologi dan estetika, dan telah teruji di pasar domestik. Masalahnya terletak pada pasar internasional.
Beberapa negara seperti Rusia sudah memiliki kontrak distributor eksisting sehingga tidak dapat diakses, dan target pasar berikutnya adalah 6 negara berikut:
- Amerika Utara: AS, Kanada
- Amerika Latin: Brasil, Meksiko, Kolombia, Argentina
Namun, di pasar estetika Amerika, merek pesaing yang sangat kuat, Rejuran, sudah mengakar kuat.
"Bagaimana cara kita masuk ke pasar di mana produk pesaing sudah lebih dulu mapan?"
Itulah pertanyaan pertama yang diajukan perusahaan A kepada tim kami.
Pendekatan Kami: Menargetkan Buyer Pesaing Secara Terbalik
1. Buyer Produk Pesaing Adalah Buyer Luar Negeri Paling Prospektif
Kesimpulan yang kami ambil bersama perusahaan A adalah strategi kontra-intuitif.
Klinik estetika dan distributor kecantikan yang mendistribusikan Rejuran adalah buyer yang minat belinya terhadap kategori tersebut sudah terverifikasi. Jika kita bertanya kepada mereka, "Apakah Anda mencari alternatif selain Rejuran?", buyer yang tertarik akan terseleksi secara alami.
Metode ini awalnya terlihat sederhana. Namun, setelah dijalankan, waktu dan biaya yang terbuang untuk menyaring perusahaan yang tidak tertarik pada kategori tersebut berkurang drastis. Hanya dengan menjadikan jaringan distribusi pesaing sebagai titik acuan, kualitas target menjadi jauh lebih baik.
Perusahaan A mengumpulkan data klinik estetika, dermatologi, dan distributor kecantikan di 6 negara Amerika menggunakan fitur pencarian buyer AI dari Rinda. Melalui database lebih dari 7 juta perusahaan global dan crawling berbagai sumber, daftar buyer target disusun dalam waktu 10 menit. Daftar ini juga menyertakan buyer yang sempat hilang kontak atau pernah bertukar kartu nama di pameran.
2. Cara Menyampaikan Pesan yang Berbeda untuk Setiap Buyer
Sulit mengharapkan respon dari email perkenalan produk yang standar. Apa yang kami temukan adalah buyer akan merespon jika mereka menerima pesan yang sesuai dengan situasi dan konteks mereka.
Fitur pembuatan email AI Rinda menganalisis situs web buyer, produk yang mereka tangani, dan tren industri terkini untuk secara otomatis menyusun pesan yang relevan untuk setiap buyer. Metode email outreach B2B seperti ini sangat efektif di pasar dengan kategori yang jelas seperti ekspor produk estetika.
Pesan inti email perusahaan A sangat jelas:
"Apakah Anda sedang mencari opsi baru selain Rejuran? Produk pre-treatment dari perusahaan A memiliki keunggulan sebagai berikut."
Poin pembeda perusahaan A dibandingkan produk pesaing dijelaskan dengan bahasa yang dipahami buyer.
Email tidak berhenti di satu kiriman. Fitur sekuens multi-langkah secara otomatis melanjutkan tahap berikut:
- Pengiriman Pertama — Penawaran awal yang berfokus pada poin pembeda.
- Follow-up — Menciptakan titik kontak tambahan bagi buyer yang belum merespon.
- Penawaran Akhir — Mengonversi buyer yang tertarik ke tahap negosiasi.
Bagaimana Hasil Nyatanya?
| Indikator | Angka |
|---|---|
| Daftar Buyer yang Ditemukan | Sekitar 1.400 perusahaan |
| Perusahaan dengan Respon Positif | 11 perusahaan |
| Jenis Respon Utama | Distributor Rejuran, Distributor Spesialis Estetika |
| Negara Tujuan | AS, Kanada, Amerika Latin |
11 perusahaan tersebut saat ini semuanya sedang dalam tahap negosiasi.
Jika dilihat dari angka, mungkin terlihat kecil. Namun, 11 perusahaan ini bukan sekadar membalas "tertarik", melainkan buyer yang benar-benar duduk di meja negosiasi. Mengingat karakteristik pasar B2B estetika pada tahap outreach awal, ini merupakan sinyal yang sangat berarti. Berdasarkan pencapaian ini, perusahaan A terus meningkatkan kondisi kontrak dan melanjutkan kolaborasi dengan Rinda.
Pelajaran yang Kami Ambil dari Kasus Ini
Saat memasuki pasar yang kompetitif sebagai pendatang baru, strategi menargetkan buyer dari merek pesaing terbukti efektif. Hal ini karena mereka adalah buyer luar negeri yang minat belinya sudah terverifikasi.
Faktor keberhasilan utama yang teridentifikasi dalam kasus perusahaan A adalah:
- Presisi Target: Memanfaatkan jaringan distribusi pesaing untuk menyeleksi buyer dengan minat beli tinggi.
- Personalisasi Pesan: Meningkatkan rasio respon dengan email outreach B2B yang disesuaikan untuk setiap buyer.
- Otomatisasi Penjualan Ekspor: Mengotomatiskan sekuens follow-up agar sumber daya staf dapat fokus pada pengambilan keputusan strategis.
Staf perusahaan A fokus pada strategi dan penilaian, sementara pelaksanaan yang berulang dikerjakan oleh Rinda. Itulah poin yang menurut tim kami paling bermakna dalam kolaborasi ini. Alih-alih menghabiskan waktu untuk mengirim email dan memantau follow-up, staf penjualan dapat fokus mengambil keputusan yang lebih baik dalam negosiasi nyata.
Jika Anda Ingin Memulainya
Mulai dari pencarian buyer, email yang dipersonalisasi, hingga otomatisasi follow-up — Rinda, platform otomatisasi penjualan B2B, akan menangani tugas ekspor Anda yang berulang.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
T. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencari buyer di Amerika dengan Rinda?
A. Dengan fitur pencarian buyer berbasis AI, Anda dapat menyusun daftar buyer target dalam waktu kurang dari 10 menit. Setelah itu, outreach email B2B dan sekuens follow-up akan berjalan secara otomatis, sehingga waktu yang dibutuhkan staf berkurang drastis.
T. Apakah strategi ini berhasil di pasar ekspor estetika yang sudah dikuasai pesaing?
A. Ya, justru ini sangat efektif. Distributor atau klinik yang bekerja sama dengan merek pesaing adalah buyer yang minat belinya sudah terverifikasi dalam kategori tersebut. Jika Anda mengirimkan pesan pembeda kepada mereka, Anda dapat menyaring buyer yang tertarik secara alami.
T. Bukankah rasio respon rendah jika mengirim email ke 1.400 perusahaan?
A. Angka 11 perusahaan adalah kategori 'respon positif yang sedang dalam tahap negosiasi', bukan sekadar balasan biasa. Bagi pasar ekspor B2B estetika, ini adalah hasil yang sangat berarti untuk rasio konversi efektif pada tahap outreach awal, dan mereka adalah prospek dengan peluang tinggi untuk berlanjut ke kontrak.
Kasus ini telah disamarkan nama perusahaan dan penanggung jawabnya atas permintaan klien.

![[Studi Kasus] "Pasar kami tidak punya banyak pembeli" — Cara perusahaan distribusi kipas plafon menemukan 8 pembeli global](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fmedia.rinda.ai%2Fblog-media%2Fstock-unsplash-1776662189402-6b35c94d.jpg&w=3840&q=75)
![[Studi Kasus] Menembus Pasar Timur Tengah dengan Tower Crane Bekas — 2.200 Email Terkirim, 5 Buyer Memberikan Respons](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fmedia.rinda.ai%2Fblog-media%2Fstock-pexels-1776662190168-f531a07c.jpg&w=3840&q=75)
![[Studi Kasus] "Kami akan coba produk Anda alih-alih Rejuran" — Cara perusahaan estetika bertemu 11 pembeli di Amerika](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fmedia.rinda.ai%2Fblog-media%2Fstock-pexels-1776662135237-eb5092d2.jpg&w=3840&q=75)